Ada yang Aku Tunggu


Ada yang aku tunggu 

di sudut jalan itu

Kenangan. 

Berharap ia datang ke pandangan. 

Ah salah, bayangan.

Karena jika bayangan itu tlah tampak, maka sang empunya pasti hadir belakangan.

Namun, apa ia akan datang? Itulah pertanyaannya.

Karena ada kata yang ingin aku sampaikan 

Karena ada rasa yang ingin aku jelaskan

Tenanglah …

Aku tak memaksa balasan 

Walau itu yang aku harapkan 

Bukan kenapa 

Hanya saja bertepuk sebelah tangan itu tidak menyenangkan .
Goresan (poet)ri/2817

Aku tahu dirimu bukan Bong Bong yg sangat kuat, namun bolehkah aku mnjadi Min Min mu yg senantiasa menjaga mu dari pedihnya smua kepalsuan mereka?

Aku juga berharap bisa seperti Ahjussi Kim Shin – sang Goblin yg selalu datang setiap Ji Eun Tak meniup lilin. Namun nyatanya tidak. 

Jika waktu msih belum terampas, ingin rasanya aku berubah seperti Hung Joon Hyung mu yg selalu menyemangati Kim Book Joo.

Atau adakah kesempatan untukku menggantikan Heo Joon Jae menemani Sim Chung tak perduli berapa kali ingatan itu terhapus karena sesungguhnya dirimu adalah ingatanku yg kekal.

Jika tidak, setidaknya aku berusaha menjadi Kang Ma Roo untukmu yg gigih memperjuangkan Seo Eun Gi ditengah badai yg diciptakann oleh Han Jae Hee, tapi mungkin kau lebih suka jika aku menjadi Yoo Si Jin yg selalu berusaha membuat Kang Mo Yeon tersenyum? 

Biarlah.. itu semua keputusanmu, namun aku tetap bersedia kau menjadikan ku sebagai Rangga mu , walaupun itu Rangga sementara sebelum Rangga yg sesungguhnya datang.. Karena hidup bukan hanya sekedar lari ke hutan lalu belok ke pantai, tetapi tntg cerita yg lari dari masa lalu untuk kemudian belok ke masa depan, ya masa depan bersamaku.. dan rintangan tak semudah memecahkan gelas agar ramai, biar mengaduh sampai gaduh, tapi tentang langkah yg diciptakan bersama hingga kita menjadi satu hati yang utuh

Dari sudut pandang kaum Adam ^.^

Goresan (poet)ri

peri(h)

Kala aku belia, ada sosok peri dalam cerita

Pengantar dongeng sebelum pejamkan mata

Rasanya menyenangkan, dunia fantasi penuh drama

Bisa berkhayal menjadi apa saja

Tanpa takut tergores realita

Dunia mimpi ku terlalu indah 

Namun…

Kala aku beranjak dewasa

Hanya kisah perih yang ada

Dongeng tentang peri menguap begitu saja

Rasa rasanya ingin belari entah kemana

Namun usia memaksaku harus menerima 

Dunia mimpiku tergerus fakta

Bahwa tak semua di dunia ini secantik putri raja

Harus siap tertampar derita

Harus berani menantang dunia 

Harus terima terjatuh tertimpa masalah

Tak ada lagi kisah tentang putri pesta dansa

Yang ada hanya kuasa, tahta, dan harta

Tak terdengar lagi aura pangeran tampan 

Karena yang diperlukan lelaki mapan

Tak ada tongkat sihir ibu peri

Karena semua dapat tercapai bila ada materi

Ah lucu sekali

Dimana tanpa aku sadari, aku lah sang putri itu

Aku lah si pelakon utama hidupku

Namun aku bukan si ulat yang tertidur pulas di balik kepompong ibu 

Aku kini menjelma menjadi kupu-kupu yang harus mencari tetes madu 

Yang kan ku pakai untuk memenuhi kebutuhanku

Selesai sudah dongeng pengantar tidur itu

Kini waktunya tutup buku 

Ku ganti dengan yang baru 

Hingga nanti lembaran demi lembaran terisi penuh

Sampai dermaga nyawa menjemputku 
Goresan (poet)ri / 27717

Kepada Bapak Penjahit Sepatu

Kepada bapak penjahit sepatu
Ajarkan kepadaku 

Bagaimana memperbaiki sepatu yang kuyu

Hingga kemudian ia tampak seperti baru

Seakan tak ada luka yang membuatnya sendu

Kepada bapak penjahit sepatu

Apakah bekas jahitan itu tak akan terbuka lagi

Mengoyak sana sini 

Terjerembab berulang kali

Namun, tetap bertahan hingga nanti 

Melindungi sang pemilik kaki 

Agar derita yang dirasakan tak terlalu perih

Kepada bapak penjahit sepatu 

Luka ku ini tak seberapa, namun tak ada jahitan yang mampu menutupinya

Sakit ini tak terlalu menganga, namun tak ada lem yang mampu menahannya

Kepada bapak penjahit sepatu

Defenisi luka kita berbeda..

Sungguh berbeda

Bagiku luka itu aksara mati, namun untukmu luka itu pengantar pundi rezeki

Kepada bapak penjahit sepatu

Ajarkan aku cara menambal luka itu

Karena yang ku tau, menjahit sepatu tak semudah menjahit luka di masa lalu
Goresan (poet)ri / 25717

Hubungi, Datangi, Hampiri AkuĀ 

Hubungi aku 

Secepatnya

Kan ku ceritakan tentang rindu yang menderu

Datang padaku 

Segera 

Karna ada ribuan kisah yang ingin ku cipta bersamamu

Hampirilah aku 

Sekarang 

Karna aku ingin bertukar banyak buku denganmu

Karena sepertinya menyenangkan disampingmu

Karena aku menunggu ceritamu tentang dunia luar yang udaranya tlah kau hirup

Karena aku ingin menjejakkan kaki ke negeri yang kau ceritakan 

Karena aku ingin kesana

Bersamamu (?)

Jika Allah meridhoi 

Goresan (poet)ri / 6717

Filosofi Telur

Untukmu pemilik darah muda

yang terlalu nyaman bersembunyi dibalik predikat “manusia”

Jadilah kau awalnya sebuah telur yang rapuh

yang bahkan jika terantuk saja sudah retak

yang hanya dilemparkan pasti sudah pecah berantakan 

yang cuman diinjak tak lagi mempunyai bentuk

Kemudian menjelma menjadi anak ayam yang kecil, mungil, yang mungkin akan mati bila hanya dicengkram oleh orang yang tak punya hati 

Lalu, beranjak dewasa

Meniti jalan yang tak mudah 

Menentang sejumlah problematika dan masalah 

Hingga akhirnya menjadi ayam jantan yang terasah

Yang bahkan dengan taji di kakinya mampu mengoyak betis orang dewasa

Hingga akhirnya menjadi ayam betina yang dengan penuh kesabaran menetaskan telur-telur baru di masa depan

Jadilah kau yang semula dari telur rapuh 

Menjelma menjadi ayam yang tak pernah jenuh meniti butir-butir jagung dengan paruh 

Hingga ia berguna dari bulu sampai tubuh

Haram lah bagimu menjadi telur yang busuk, yang baunya membuat hidung terasa tertusuk 

Tercium sampai menancap ke dasar yang paling buruk 

Tak punya arti.. hanya teronggok di sudut curuk 

Nelangsa, merana, tak bermakna

Belajarlah dari telur 

Cairan blasteran putih dan kuning

Terbalut remah-remah cangkang

Tapi, bisa membuat perut kenyang

Digoreng lezat

Direbus nikmat

Disambal tak kalah sedap

Belajarlah dari telur 

Agar kau paham betul

Bahwa hidup tak selembek bubur

Goresan (poet)ri / 6717